Setelah membaca artikel Pemrograman Bahasa Rakitan alias Assembly language #1 di blog (mardziyant.wordpress.com) sebagai materi mata kuliah dari Pemrograman Bahasa Rakitan. Saya dapat memahami komputer dapat menerima data, memenipulasi data dan menampilkan hasil dari data tersebut di perlukan 3 bagian/komponen penting yaitu:
  1. Hardware (perangkat keras)
Hardware adalah alat yang dapat kita lihat dan sentuh sehingga komputer dapat menjalankan bebagai macam aktivitas.
  1. Software (perangkat lunak)
Software adalah susunan perintah yang di buat manusia lalu ditanamkan ke media penyimpanan yang nantinya dipindahkan ke dalam pengolah (processor) untuk melakukan tugasnya mengatur dan memerintahkan para hardware bekerja.
  1. Brainware (penggguna)
Brainware sering disebut juga Programmer adalah orang yang menyusun perintah terus ditanam ke dalam media penyimpanan untuk memerintahkan hardware bekerja dan menghasilkan apa yang diinginkan.


Nah, programmer dalam memberikan perintah-perintah dalam software sehingga dapat di kerjakan dan dihasilkan oleh hardware menggunakan bahasa pemrograman. Ada beberapa tingkatan bahasa pemrograman yaitu:
  1. Bahasa Tingkat Tinggi (Ex. Delphi, VB, PHP)
Bahasa yang lebih banyak menggunakan bahasa yang dapat di mengerti oleh manusia.
  1. Bahasa Tingkat Menengah (Ex. C/C++)
Bahasa yang mencampurkan antara bahasa manusia dengan mesin.
  1. Bahasa Tingkat Rendah (Rakitan/Assembly)
Bahasa yang menggunakan bahasa yang lebih dekat dengan mesin namun masih belum 100% berkode mesin.
Komputer dapat membaca bahasa rakitan dengan di dukung:
  1. Compiler adalah suatu program yang menerjemahkan bahasa program ( source code) kedalam bahasa objek (obyek code). Compiler menggabungkan keseluruhan bahasa program, mengumpulkannya dan kemudian menyusunnya kembali. Tahap Kompilasi: Pertama source code (program yang ditulis) dibaca kememori computer).Source code tersebut diubah menjadi objek code (bahasa Assembly).Objek code di hubungkan dengan liberary yang dibutuhkan untuk membentuk file yang bisa dieksekusi.
  2. Interpreter adalah menganalisis dan mengeksekusi setiap baris program tanpa melihat program secara keseluruhan.
Adapun perbedaan perbedaan compiler dan interpreter adalah
         Compiler memerlukan waktu untuk membuat suatu program dapat di eksekusi oleh computer, program yang dieksekusi oleh compiler adalah dapat berjalan lebih cepat disbanding program yang diperoduksi oleh interpreter, disamping itu juga bersifat independen.Contoh program yang menggunakan compiler adalah Visual Basic, Visual Delvi, dan Pascal.
       Sedangkan Interpreter, eksekusi bisa dilakukan dengan segera tanpa melalui tahap komplasi. Untuk alas an ini interpreter digunakan pada saat pembuatan program skala besar. Contoh program yang menggunakan intpreter adalah Cobol, PHP, ASP, dan lain-lain.

Selain itu ada kelebihan kita menggunakan bahasa rakitan yaitu:
  1. Ukuran program lebih kecil (hemat memory)
  2. Kita bisa memanfaatkan benar - benar seluruh kemampuan komputer
  3. Bisa dibuat terpisah-pisah
  4. Memiliki fasilitas makro
  5. Dapat digunakan sebagai program dari mikrokontroler.
Demikianlah kajian yang dapat saya posting semoga bermanfaat...
Terimakasih...


sumber kajian:
http://mardziyant.wordpress.com
http://kardian2011.blogspot.com