Untuk melanjutkan Pemrograman Bahasa Rakitan ini alangkah baiknya kita mempelajari dulu tentang jenis bilangan khususnya bilangan khususnya desimal, biner dan hexadesimal. Karena Bahasa Rakitan akan menggunakan salah satu atau ketiga jenis bilangan tersebut sebagai value data. Untuk mengingat akan di bahas sedikit diantaranya:
1.      Biner
Bilangan berbasis 2, sehingga hanya terdiri dari 2 bilangan saja yaitu 0 dan 1. sistem komputer menggunakan bilangan ini sebagai representasi dari sebuah nilai yaitu 0V dan +5V.
Contoh Konversinya sebagai berikut :


2.      Hexadesimal
            Bilangan berbasis 16, terdiri dari 16 bilangan yaitu 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B,C,D,E,F. 
            Contoh Konversinya sebagai berikut :



Selanjutnya Bahasa Rakitan di bagi 4 type yaitu : mnemonic (opcode), Operand 1, Operand 2, Komentar.




mnemonic / opcode : instruksi yang akan melakukan aksi terhadap operand.
operand : data yang diproses oleh opcode. sebuah opcode bisa terdiri dari 2 operand atau hanya 1 operand saja.
    contohnya seperti ini :


lalu saya mengikuti perintah yang ada di artikel “ Bahasa Rakitan / Assembly Language #2 “ di blog(http://mardziyant.wordpress.com) untuk belajar cara berCoding dan mencoba percobaannya ternyata tak semudah yang di lihat, perlu ketelitian dalam penulisan coding. Setelah saya mecoba berkali-kali hasilnya adalah:

Dari hasil di atas dapat saya artikan pengetikan Coding:
  • TASM (Turbo Assembler)
  • TLINK(Turbo Link)
  • TASM kode1.asm : untuk menampilkan versi,hak cita dan tahun dari Turbo Assembler
  • TLINK /t kode1.obj: untuk menampilkan versi,hak cita dan tahun dari Turbo Link
  • kode1: untuk menampilkan isi dari kode1 yaitu A
itulah  sekilas yang dapat saya artikan, mungkin tak semuanya benar tapi paling tidak nyrempet-nyrempet dikit lah..maklum baru belajar...hehehe